Sebanyak 15 adegan pembunuhan Hakim Jamaluddin mulai dari rencana ingin menikah hingga dijanjikan uang Rp 100 juta dan umrah, telah dilakukan tiga tersangka, pada Senin (13/1/2020).
Terdapat lima tempat yang dijalani oleh tersangka Zuraida Hanum, M Jefri Pratama, dan M Reza Fahlevi untuk melakukan rekonstruksi.
Pada salah satu Cafe, adegan pertama para tersangka bertemu diawal bulan November 2019.
Pertemuan terjadi pada pukul 11.00 WIB, tersangka Jefri bertemu dengan Hanum di Cafe Every Day.
"Hanum curhat bahwa kepada tersangka Jefri, dia mengatakan rasanya mau mati saja," kata penyidik.Seperti dikutip dari Tribun Medan, Selasa (14/1/2020).
"Dikarenakan banyak kali permasalahan yang dihadapi selama bersama Jamaluddin," sambungnya.
Dijelaskan penyidik, tersangka Zuraida meminta almarhum Jamaluddin harus dimatikan.
Untuk melancarkan aksinya, Zuraida meminta tolong kepada Jefri untuk almarhum Jamaluddin dimatikan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan ada belasan adegan rekonstruksi yang dilakukan ketiga tersangka.
"Ada 15 reka adegan yang dilakukan pada lima tempat berbeda," kata Tatan, Selasa (14/1/2020).
Dijelaskan Tatan kelima reka adegan dilakukan di antaranya pada Cafe Every Day, Cafe Reza, Coffe Town, Helvetia dan rumah tempat tinggal Reza.
Satu tempat lainnya termasuk Pasar Melati tempat para tersangka membeli perlengkapan untuk menghabisi nyawa korban.
"Kita hitung semua sekitar lima tempat. Ada beberapa yang saling berdekatan. Reka adegan dimulai pukul 13.30-18.00 WIB," ungkapnya.
Lebih lanjut, Tatan menuturkan bahwa untuk rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan dirumah rumah Jamaluddin.
"Nanti untuk rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan di TKP rumah Jamaluddin. Kapan waktunya masih dikoordinasikan," jelasnya.
Anak Hakim Jamaluddin Minta Ibu Tirinya Diberi Hukuman Penjara Seumur Hidup
Anak kedua Hakim Jamaluddin, Rajif Fandi Jamal (18) akhirnya buka suara terkait kematian ayahnya yang dibunuh istri Zuraida Hanum.
Rajif mengaku dirinya terkejut dan tak menyangka ibu tirinya tega menghabisi nyawa ayahnya
Padahal Zuraida sudah dinafkahi dan diberikan hidup layak.
"Terkejut sih memang enggak nyangka karena dia orangnya lembut gitu kalau ngomong, terus sama ayah dikasih semua," kata Rajif, Senin (13/1/2020).
Bahkan, ia menyebutkan ayahnya tak pernah membeda-bedakan anak tiri dari ibu Zuraida Hanum.
"Terus dia kan ada anak bawaan dari suami pertamanya itu almarhum ayah yang rawat.
Enggak dibeda-bedakan anak tiri mana anak kandung mana ngerawatnya, adillah gitu dibuat ayah.
Tapi dia gitu kelakukannya kan enggak nyangka," tegas pria yang juga kuliah di Universitas Pertamina Jakarta ini.
Ia menyebutkan suasana hatinya saat ini sedang campur aduk saat mengetahui pembunuh ayahnya adalah ibundanya sendiri.
"Sedih kesal semua campur aduk," ucapnya dengan suara pelan.
Rajif menuturkan bahwa dirinya memang tidak pernah berkomunikasi secara intens dengan Zuraida.
"Kami memang kurang berinteraksi dengan bunda karena dia tidak mau mengajak kami berbaur dengan dia, dia lain kami lain, ada jarak," tutrnya.
"Tapi ayah sering bilang ke dia ayolah dekat sama anak masa kamu gitu tapi dia cuma diam aja," tambahnya.
Masih kata Rajif, dia meminta agar minimal para pelaku dihukum penjara seumur hidup.
"Mudah mudahan dikasih hukuman yang setimpal, bikin dia jera, minimal penjara seumur hidup," tegasnya.
Amatan Tribun Medan, puluhan warga sekitaran rumah hakim Jamal dan para tetangga sudah memadati lokasi rumah.
Warga sekitaran rumah Jamal dan para tetangga sudah menunggu di sekitar rumah Jamaluddin.
Kaum ibu tampak antusias dan sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB.
Mereka tampak berbincang-bincang terkait kematian hakim Jamaluddin.
Sambil menunggu proses rekonstruksi yang diperikan akan dimulai pukul 11.00 WIB di rumah tersebut.
Seorang tetangga dari Perumahan Royal Monaco, Destry menyebutkan bahwa dirinya tak menyangka bahwa Jamaluddin dibunuh oleh istrinya sendiri.
"Sangat mengerikan.
Kok tega gitu? Enggak nyangka aja bisa sangat sadis dan setega itu," tuturnya.
Ibu berjilbab biru ini menyebutkan dirinya pernah berjumpa dengan Zuraida, istri Jamaluddin, di perwiritan karena satu komplek.
"Pernah lihat karena satu perwiritan, tapi enggak pernah begitu akrab.
Karena enggak pernah omongan, karena ibu Zuraida juga pendiam," jelasnya.
Seorang ibu lainnya berjilbab krim, menyebutkan dirinya sangat ingin melihat kejadian yang sebenarnya terjadi.
"Kami memang sudah lama pengin tahu.
Kemarin kami terlambat waktu ada pra rekonstruksi," cetus Ibu Lina di depan rumah Jamaluddin.
Ia menyebut kasus ini amat tragis karena dilakukan oleh istri sendiri.
"Seorang istri kok tega sekali?
Awak, suami tukang ojek saja, saya pertahankan," jelasnya.
Puluhan ibu-ibu lainnya juga yang berasal dari sekitaran Medan Johor juga sudah berkumpul di depan rumah Jamaluddin.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Zuraida Mengaku Rasanya Ingin Mati, Karena Banyak Masalah Saat Bersama Jamaluddin,
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Sebelum Melakukan Pembunuhan, Zuraida Istri Hakim Jamaluddin Curhat Rasanya Mau Mati Saja, https://palembang.tribunnews.com/2020/01/14/sebelum-melakukan-pembunuhan-zuraida-istri-hakim-jamaluddin-curhat-rasanya-mau-mati-saja?page=all.
Editor: Yandi Triansyah
Home » Unlabelled » Sebelum Melakukan Pembunuhan, Zuraida Istri Hakim Jamaluddin Curhat Rasanya Mau Mati Saja
Tuesday, January 14, 2020
Sebelum Melakukan Pembunuhan, Zuraida Istri Hakim Jamaluddin Curhat Rasanya Mau Mati Saja
Tags :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Comments:
Post a Comment