
Konflik rumah tangga itu komplit, apalagi masalah dengan mertua, tentu para istri merasa takut jika harus berhadapan dengan mertua yang galak dan cuek.
Karena menikah itu bukan hanya dengan sang suami, namun juga dengan semua anggota keluarganya yang lain.
Jadi harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan baik agar bisa diterima dengan oleh keluarga yang lain terutama mertuamu.
Lalu bagaimana jika ternyata mertua ibu mertua kita cuek? Nah, berikut ini cara menyikapinya:
1. Memulai Pembicaraan yang Ibu Mertua Sukai
Meskipun mertuamu cuek bukan berarti kamu harus ikut-ikutan cuek, itu salah. Tapi kamu harus bisa menunjukkan rasa peduli dan perhatian kepada ibu mertua.
Meskipun mertuamu cuek bukan berarti kamu harus ikut-ikutan cuek, itu salah. Tapi kamu harus bisa menunjukkan rasa peduli dan perhatian kepada ibu mertua.
Kamu juga bisa membuka obrolan terlebih dahulu dengan ibu mertua seputar topik yang disukai beliau. Pastikan kamu sudah tahu apa saja yang disukai dan tidak disukai ibu mertua.
2. Masak Bersama
Cobalah luangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama, jika ibu mertua suka memasak maka kamu bisa membantunya di dapur.
Cobalah luangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama, jika ibu mertua suka memasak maka kamu bisa membantunya di dapur.
Setelah itu bukalah pembicaraan dan bertanya tentang makanan kesukaan suami kamu, dan teruslah berusaha menjadi menantu yang peka dan baik.
3. Bawakan Oleh-oleh
Ketika mendatangi ibu mertua jangan lupa bawakan oleh-oleh yang ia suka sebagai bentuk kepedulian kamu kepadanya. Jika tidak tahu apa makanan kesukaan mertua lebih baik tanyakan kepada suamimu.
Ketika mendatangi ibu mertua jangan lupa bawakan oleh-oleh yang ia suka sebagai bentuk kepedulian kamu kepadanya. Jika tidak tahu apa makanan kesukaan mertua lebih baik tanyakan kepada suamimu.
4. Libatkan Suami
Jujurlah kepada sumi tentag apapun yang kamu rasakan. Tanyakan apakah sikap cuek ibunya memang sifat bawaan atau tidak.
Jujurlah kepada sumi tentag apapun yang kamu rasakan. Tanyakan apakah sikap cuek ibunya memang sifat bawaan atau tidak.
Namun jangan sampai suami berburuk sangka dan tersinggung oleh pertanyaan kamu.
Biasanya, kejujuran istri untuk memperbaiki rumah tangga dan keluarga besar akan membuat suami merasa bertanggung jawab, dan suami bisa jadi penengah antara kamu dan ibu mertua.
5. Jangan Diambil Hati
Apa pun perkataan mertua yang kadang menyakitkan jangan sampai diambil hati. Mungkin sifatnya memang seperti itu, jika tidak ingin sakit hati jangan terlalu sering bertemu dengannya.
Apa pun perkataan mertua yang kadang menyakitkan jangan sampai diambil hati. Mungkin sifatnya memang seperti itu, jika tidak ingin sakit hati jangan terlalu sering bertemu dengannya.
Sebab setiap orang itu memiliki karakter yang berbeda, maka tak perlu diambil hati ketika sikap orang tua cuek dan acuh kepadamu. [fimela.com]
0 Comments:
Post a Comment